Komet

Posted: Januari 19, 2011 in Uncategorized

PADA tahun 2004 ada dua komet yang bisa diamati dengan mata telanjang. Hari ini, 7 Mei, salah satu komet itu mencapai kecerlangan maksimum. Komet atau bintang berekor adalah anggota Tata Surya yang mempunyai orbit hiperbola. Ekornya kian panjang bila mendekati Matahari. Begitu panjangnya hingga bisa mencapai 150 juta kilometer, atau sejauh jarak Bumi-Matahari atau biasa dinamakan 1 Satuan Astronomi (SA). Dengan begitu komet bisa dibilang anggota Tata Surya terbesar. Di tahun 2004 ada dua komet yang bakal bisa diamati dengan mata telanjang, yaitu Komet C/2001 Q4 (NEAT) dan C/2002 T7 (LINEAR). Dengan bantuan teleskop kecil dan binokular, kedua komet tersebut sudah bisa diamati sejak Februari lalu. Mulai bulan Maret, baru bisa diamati dengan mata telanjang setelah kecerlangannya lebih kecil dari 6 magnitudo semu. Magnitudo adalah skala kecerlangan obyek langit yang terlihat oleh pengamat, semakin kecil magnitudo maka akan semakin terang. Perbedaan sebesar 5 magnitudo setara dengan perbedaan kecerlangan 100 kali. Obyek terlemah yang bisa diamati oleh mata telanjang di langit memiliki magnitudo 6,5. Sebagai perbandingan magnitudo semu matahari sebesar – 26,8 dan bintang langit malam terterang, yaitu Sirius sebesar – 1, 46. Rata-rata bintang yang terang bermagnitudo dari 1 hingga 2. Komet NEAT ditemukan pada 28 Agustus 2001 melalui program Near Earth Asteroid Tracking (NEAT), saat itu magnitudonya 20 setara dengan 400 ribu kali lebih lemah dari bintang teredup yang bisa diamati dengan mata telanjang. Namun, pada bulan April akan memiliki magnitudo sebesar 1-2 dan mencapai kecerlangan maksimum pada 7 Mei 2004, saat sejarak 48 juta kilometer dari Bumi. NEAT bergerak dalam arah rasi Canis Mayor, melewati Cancer, dan tiba di arah Ursa Mayor pada akhir Mei. Bisa diamati setelah matahari terbenam dari arah Barat-Utara bola langit. Lalu, sekitar tanggal 12-16 Mei ada pemandangan yang menakjubkan dikarenakan keberadaan empat planet terterang, yaitu Venus, Mars, Saturnus, dan Yupiter di sekitar komet.

Asal-usul

Ternyata ada kepercayaan yang mengaitkan kedatangan komet dengan munculnya bencana, seperti wabah, peperangan, dan paceklik. Dalam rekaman Babad Tanah Jawi dikisahkan pertarungan keris pusaka Kyai Sangkelat dan Kyai Condongcatur milik kerajaan Majapahit. Ternyata, Kyai Condongcatur kalah dan ujung kerisnya patah. Kemudian oleh Prabu Brawijaya, Raja Majapahit waktu itu, keris itu diperbaiki dengan cara ditempa. Sesaat akan dipalu, Kyai Condongcatur melesat ke langit, berubah menjadi komet dan mulai melakukan balas dendam dengan menurunkan bencana.

Beberapa contoh yang mengaitkan komet dengan bencana adalah peristiwa kedatangan Komet Ikeya-Seki pada tahun 1965 dengan G30S PKI. Lalu, kejatuhan kerajaan Normandia pada tahun 1066 oleh kerajaan Inggris.

Kehadiran ilmu pengetahuan modern menjadikan manusia bisa memandang kedatangan komet secara rasional. Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah dari mana asalnya komet itu?

Komet Baru Temuan Astronom Amatir

Sebuah komet baru yang diberi nama Ikeya Murakami (C/2010 V1) baru-baru ini ditemukan oleh seorang astronom amatir Jepang. Menindaklanjuti penemuan itu, seorang astronom Rusia bernama Leonid Elenin berusaha mengobservasi komet itu menggunakan teleskop ISON-NIM yang terdapat di New Mexico, AS. “Sesaat setelah pengamatan, C/2010 V1 tampak seperti bola terang, tak tampak gambaran detailnya,” papar Elenin setelah melakukan pengamatan pertamanya seperti dilansir Space.com, Senin (8/11/2010). Namun, setelah beberapa hari pengamatan, bagian luar dari kepala komet menghilang. “Saya kecewa. Komet itu cepat sekali berubah,” ujar Elenin.

Meski demikian, Elenin berhasil melihat bagian dalam dari kepala komet atau koma. “Saya bisa melihat bagian dalam kepala komet itu. Penampakannya seperti komet 17P/Holmes setelah ledakannya pada tahun 2007. Saya juga bisa melihat ekornya yang panjang dan bersinar,” kata Elenin. Komet Ikeya Murakami dalam pengamatan tampak berada di dekat cincin planet Saturnus. Luca Buzzi dan Andrea Aletti dari GV Schiaparelli Astronomical Observatory berhasil mengabadikan komet itu bersama Planet Saturnus pada tanggal 5 November 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s